Rabu, 07 Januari 2015

Menjadi pengangguran merupakan suatu keadaan yang banyak ditakuti orang. Membangun jiwa wiraswasta kini tidaklah mudah sehingga menjadi sebuah tantangan. Apalagi ketika masih bergantung pada penghasilan orangtua. Sementara itu di lingkungan kampus, perkuliahan begitu ketat. Minat mahasiswa terhadap wirausaha semakin meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini terbukti dari banyaknya inovasi-inovasi kreatif yang lahir dari keinginan kuat para wirausahawan muda (mahasiswa). Mereka mencoba untuk dapat menciptakan suatu lapangan pekerjaan sendiri dan berwirusaha untuk dapat menghindari pesatnya dunia pekerjaan yang semakin menyempitkan peluang kita.




Mengembangkan Entrepreneurship mahasiswa adalah tema majalah Gelanggang edisi ke-21. Mahasiswa sebagai agent of change juga agent of controlmasa depan haruslah mampu mengembangkan ilmu yang telah mereka serap di dunia perkampusan sebagai bekal dasar sebelum mahasiswa menginjakkan kaki mereka di lingkungan masyarakat secarah utuh. Dasar-dasar nilai kehidupan yang sudah mereka timba di lingkungan kampus seharusnya telah menjadi pondasi dalam berpijak di masyarakat dan bersosialisasi sesuai dengan lingkungan mereka.  Sesuai dengan  tema yang kita ambil pada edisi kali ini, maka Gelanggang akan mengupas beberapa makna dan arti-arti yang masih implisit dalam kata Entrepreneurship.

Entrepreneurship berasal dari bahasa inggris dengan suku kataEntrepreneur yang berarti “Pengusaha”, atau seseorang yang mampu menciptakan lapangan usaha bagi dirinya sendiri maupun bersama dengan orang lain, sedangkan Entrepreneurship sendiri bermakna “Kewiraswastaan”  atau ilmu-ilmu yang berkenaan dengan dunia pengusaha. Menjadi seorang interpreneur sukses merupakan jawaban yang banyak kita jumpai dalam setiap pertanyaan yang terlontar seputar cita-cita mereka “ingin menjadi apa kalian nanti?” dengan bermodalkan ilmu kewirausaan yang mereka dapatkan di dunia kampus para mahasiswa ini diharapkan nantinya mampu menciptakan lapangan pekerjaan sesuai dengan  bakat dasar yang mereka milik sebelumnya.

“Entrepreneurship bukan hanya milik mahasiswa Fakultas Ekonomi saja,” tutur Drs. Moh Maskub, M. H. ketua Biro Administrasi Akademik & Aemahasiswaan (BAAK) Unisda. Kecenderungan dari pola pikir masyarakat yang beredar adalahentrepreneurship itu hanya dibekalkan dalam Fakultas Ekonomi saja, sedangkan pada kenyataannya semua jurusan telah dibekali dengan materi-materi “Kewirausahaan”, dengan begitu diharapakan seluruh lulusan dari Unisda akan mampu mengembangkan ilmu entrepreneur yang telah mereka dapatkan, seperti yang dituturkan Bapak Maskub  bahwa “bukan hanya mahasiswa lulusan Fakultas Ekonomi dengan ilmunya yang sangat berkenaan dengan rupiah yang memiliki jiwa enterepreneur”, akan tetapi jiwa entrepreneur itu tumbuh pada setiap jiwa manusia.

Mahasiswa Harus Berwawasan

Wawasan yang luas sangat mendukung kesuksesan kita dalam berbagai segi kehidupan, dengan berbekal wawasan yang matang dan pengalaman yang cukup adalah modal utama dalam meraih kesuksesan, apalagi dalam dunia kewirausahaan wawasan yang luas adalah kunci utama dalam memenangkan persaingan kerja, dengan wawasan yang luas kita akan dengan mudah membuat dan mengembangkan jaringan yang kita miliki, jika jarinagn telah terbentuk maka  kesuksesan telah menanti kita. Di samping dengan wawasan yang luas dan pemanfa’atan setiap kesempatan yang ada di depan kita sebaik mungkin, kita juga perlu menumbuhkan sikap-sikap seohrang entereprenaur sejati.

Sebuah Solusi

Kondisi saat ini justru hal yang sangat kompleks ditengah-tengah persaingan global, dimana para pelaku usaha (Entrepreneur) menggunakan internet sebagai langkah yang paling jitu dalam pengembangan usaha mereka. Nah, mengingat hal itu justru kita sebagai pemula di kalangan muda harusnya pandai-pandai mengambil sebuah peluang dalam memutuskan atau mengambil langkah yang kondusif dalam membentuk jenis usaha apa yang harus kita lakoni di era serba informasi ini.

Kami justru menawarkan kepada anda (khususnya kaum muda) untuk ikut berpartisipasi dalam model kerjasama kemitraan yang siap kami tawarkan, dimana kerjasama itu dalam bentuk komunitas (Visasia Entrepreneur Community).

“ Visasia Entrepreneur Community “ ( VISEC ) merupakan lembaga yang didalamnya terhimpun orang-orang yang memfokuskan kegiatannya pada pengembangan Komunitas Bisnis berbasis teknologi internet.  Sistem Pengembangan VISEC dilakukan dengan mengkombinasikan 3 Hal utama yakni :

 PENDIDIKAN ( Edukasi & Training )
INTERNET ( Tool / Alat Bantu )
TEAM WORK ( Community Development )

“ Visasia Entrepreneur Community “ ( VISEC )  berdiri pada tanggal  09 September 2014, dan saat ini strategi awal yang dilakukan adalah dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang disebut Affiliasi ( perekrutan ) Calon anggota/partisipan melalui beberapa kegiatan rutin yang menjadi program kerja VISEC.
“ Visasia Entrepreneur Community “ ( VISEC ) berusaha membangun kerjasama strategis dengan pihak-pihak penyedia layanan jasa informasi dan layanan pengembangan SDM sebagai bentuk upaya perluasan (diversifikasi) dan pengembangan bidang keahlian untuk para partisipan maupun anggota resminya. Konsep VISEC  merupakan terobosan baru dalam model pengembangan suatu organisasi dan wahana komunitas .
“ Visasia Entrepreneur Community “ ( VISEC ) bukan sebuah perusahaan / koperasi / Bank / Lembaga Keuangan, tapi merupakan sebuah komunitas yang menjadi wadah bagi siapapun yang siap berpartisipasi untuk saling membantu melalui program donasi komunitas sebagai prasyarat utama sebelum menjadi anggota resmi komunitas.
“ Visasia Entrepreneur Community “ ( VISEC ) bertujuan mengangkat kesejahteraan setiap orang  yang punya Cita-cita untuk menjadi Orang yang Sukses secara Financial melalui  Wahana Komunitas.

Segera Bergabung Di komunitas kami dan kita akan mewujudkan mental entrepreneur sejati di kalangan muda-mudi.

Klik Menu register di sisi kanan atas di blog ini...