This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Kamis, 08 Januari 2015
01.04
Unknown
Akselerasi adalah soal percepatan. Teorinya, semakin cepat,
semakin besar kekuatan yang terbentuk. Dalam karate, kekuatan pukulan anda,
misalnya, akan sangat dipengaruhi oleh seberapa cepat tangan anda bergerak.
Analoginya sama persis dengan kekuatan benturan benda berkecepatan rendah
dibanding dengan benda berkecepatan tinggi.
Akselerasi adalah juga soal mental training untuk 'go beyond
the normal'. Anda tentu pernah mendengar dan membaca soal 'accelerated
learning'. Menyerap lebih banyak. Melakukan lebih cepat.
Anthony Robbin mengatakan, dengan akselerasi dan mental
training (lebih tepatnya NLP, NeuroLinguisticProgramming), dirinya mampu meraih
peringkat sabuk hitam dalam olah raga beladiri kurang dari 2 tahun. Sebuah
percepatan 2 kali lipat dari rata-rata orang.
Lantas, apa hubungan antara akselerasi dan kekuatan sukses
bisnis di internet? Internet sendiri adalah buah dari akselerasi teknologi
informasi. Bahkan saat ini para pakar sepakat menghitung umur internet 10 kali
lipat umur biasa. 1 tahun internet sama dengan 10 tahun umur biasa. Anda bisa bayangkan seperti ini. Tahun
saat ditemukannya World Wide Web (WWW), 1993, jumlah webpage kurang dari 50.000
halaman. Saat sekarang ini, hanya dalam waktu 13 tahun, terdapat ratusan juta
halaman web. Lebih dari 10.000 kali lipat.
Dengan akselerasi, anda pun tidak perlu khawatir soal
pijakan awal anda memulai bisnis di internet. Apakah anda sudah sangat paham
soal seluk beluk internet marketing atau tidak. Tingkat akselerasi anda akan
sangat mempengaruhi kekuatan atau tingkat sukses anda. Brad Callen, seorang
pakar SEO mengatakan, "Anda perlu gagal lebih cepat kalau ingin sukses
lebih cepat". Benar, tingkat kegagalan pun perlu anda percepat. Sederhana
saja. Ambil contoh soal 'bermain-main' dengan Google Adwords. Berapa banyak
anda patok untuk anggaran harian maksimal? Rp. 25.000?, Rp. 50.000?, Rp.
250.000? atau Rp. 500.000? Berapa lama kemudian anda ingin menghabiskan satu
juta rupiah anda yang pertama dengan Adwords? Untuk kemudian mengetahui bahwa
anda melakukan kesalahan? 2 hari atau 2 minggu? 2 hari tentu percepatan yang
luar biasa (ingat umur internet) untuk melakukan perbaikan dibanding dengan 2
minggu, bukan?
Tantangan yang mesti anda jawab adalah, siapkah diri anda
memulai karir bisnis di dunia maya? Jika anda siap maka tentunya kami punya
solusi jitu untuk anda. Silahkan baca selengkapnya di menu register kami yang
tertera di sisi pojok kanan atas di web ini, dan jika anda tertarik dengan
pembinaan kami, silahkan melakukan registrasi, dan kami akan segera menghubungi
anda sesuai dengan nomer Hp. Yg anda cantumkan di kolom registrasi.
Silahkan
mencoba dan selamat melakukan percepatan.
Rabu, 07 Januari 2015
10.40
Unknown
Menjadi
pengangguran merupakan suatu keadaan yang banyak ditakuti orang. Membangun jiwa
wiraswasta kini tidaklah mudah sehingga menjadi sebuah tantangan. Apalagi
ketika masih bergantung pada penghasilan orangtua. Sementara itu di lingkungan
kampus, perkuliahan begitu ketat. Minat mahasiswa terhadap wirausaha semakin
meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini terbukti dari banyaknya inovasi-inovasi
kreatif yang lahir dari keinginan kuat para wirausahawan muda (mahasiswa).
Mereka mencoba untuk dapat menciptakan suatu lapangan pekerjaan sendiri dan
berwirusaha untuk dapat menghindari pesatnya dunia pekerjaan yang semakin
menyempitkan peluang kita.
Mengembangkan Entrepreneurship mahasiswa
adalah tema majalah Gelanggang edisi ke-21. Mahasiswa sebagai agent of
change juga agent of controlmasa depan haruslah mampu
mengembangkan ilmu yang telah mereka serap di dunia perkampusan sebagai bekal
dasar sebelum mahasiswa menginjakkan kaki mereka di lingkungan masyarakat
secarah utuh. Dasar-dasar nilai kehidupan yang sudah mereka timba di lingkungan
kampus seharusnya telah menjadi pondasi dalam berpijak di masyarakat dan
bersosialisasi sesuai dengan lingkungan mereka. Sesuai dengan tema
yang kita ambil pada edisi kali ini, maka Gelanggang akan mengupas beberapa
makna dan arti-arti yang masih implisit dalam kata Entrepreneurship.
Entrepreneurship berasal dari bahasa inggris dengan suku kataEntrepreneur yang
berarti “Pengusaha”, atau seseorang yang mampu menciptakan lapangan usaha bagi
dirinya sendiri maupun bersama dengan orang lain, sedangkan Entrepreneurship sendiri
bermakna “Kewiraswastaan” atau ilmu-ilmu yang berkenaan dengan dunia
pengusaha. Menjadi seorang interpreneur sukses merupakan jawaban yang banyak
kita jumpai dalam setiap pertanyaan yang terlontar seputar cita-cita mereka
“ingin menjadi apa kalian nanti?” dengan bermodalkan ilmu kewirausaan yang
mereka dapatkan di dunia kampus para mahasiswa ini diharapkan nantinya mampu
menciptakan lapangan pekerjaan sesuai dengan bakat dasar yang mereka milik
sebelumnya.
“Entrepreneurship bukan hanya milik mahasiswa Fakultas Ekonomi saja,”
tutur Drs. Moh Maskub, M. H. ketua Biro Administrasi Akademik &
Aemahasiswaan (BAAK) Unisda. Kecenderungan dari pola pikir masyarakat yang
beredar adalahentrepreneurship itu hanya dibekalkan dalam Fakultas
Ekonomi saja, sedangkan pada kenyataannya semua jurusan telah dibekali dengan
materi-materi “Kewirausahaan”, dengan begitu diharapakan seluruh lulusan dari
Unisda akan mampu mengembangkan ilmu entrepreneur yang telah
mereka dapatkan, seperti yang dituturkan Bapak Maskub bahwa “bukan hanya
mahasiswa lulusan Fakultas Ekonomi dengan ilmunya yang sangat berkenaan dengan
rupiah yang memiliki jiwa enterepreneur”, akan tetapi jiwa entrepreneur itu
tumbuh pada setiap jiwa manusia.
Mahasiswa Harus Berwawasan
Wawasan
yang luas sangat mendukung kesuksesan kita dalam berbagai segi kehidupan,
dengan berbekal wawasan yang matang dan pengalaman yang cukup adalah modal
utama dalam meraih kesuksesan, apalagi dalam dunia kewirausahaan wawasan yang
luas adalah kunci utama dalam memenangkan persaingan kerja, dengan wawasan yang
luas kita akan dengan mudah membuat dan mengembangkan jaringan yang kita
miliki, jika jarinagn telah terbentuk maka kesuksesan telah menanti kita.
Di samping dengan wawasan yang luas dan pemanfa’atan setiap kesempatan yang ada
di depan kita sebaik mungkin, kita juga perlu menumbuhkan sikap-sikap seohrang
entereprenaur sejati.
Sebuah Solusi
Kondisi
saat ini justru hal yang sangat kompleks ditengah-tengah persaingan global,
dimana para pelaku usaha (Entrepreneur) menggunakan internet sebagai langkah
yang paling jitu dalam pengembangan usaha mereka. Nah, mengingat hal itu justru
kita sebagai pemula di kalangan muda harusnya pandai-pandai mengambil sebuah
peluang dalam memutuskan atau mengambil langkah yang kondusif dalam membentuk
jenis usaha apa yang harus kita lakoni di era serba informasi ini.
Kami
justru menawarkan kepada anda (khususnya kaum muda) untuk ikut berpartisipasi
dalam model kerjasama kemitraan yang siap kami tawarkan, dimana kerjasama itu
dalam bentuk komunitas (Visasia Entrepreneur Community).
“ Visasia Entrepreneur Community “ ( VISEC ) merupakan lembaga
yang didalamnya terhimpun orang-orang yang memfokuskan kegiatannya pada
pengembangan Komunitas Bisnis berbasis teknologi internet. Sistem
Pengembangan VISEC dilakukan dengan mengkombinasikan 3 Hal utama yakni :
PENDIDIKAN ( Edukasi & Training )
INTERNET ( Tool / Alat
Bantu )
TEAM WORK ( Community
Development )
“ Visasia Entrepreneur Community “ ( VISEC ) berdiri pada tanggal 09 September
2014, dan saat ini strategi awal yang dilakukan adalah dengan melaksanakan
kegiatan-kegiatan yang disebut Affiliasi ( perekrutan ) Calon
anggota/partisipan melalui beberapa kegiatan rutin yang menjadi program kerja
VISEC.
“ Visasia Entrepreneur Community “ ( VISEC ) berusaha membangun kerjasama strategis
dengan pihak-pihak penyedia layanan jasa informasi dan layanan pengembangan SDM
sebagai bentuk upaya perluasan (diversifikasi) dan pengembangan bidang keahlian
untuk para partisipan maupun anggota resminya. Konsep VISEC merupakan
terobosan baru dalam model pengembangan suatu organisasi dan wahana komunitas .
“ Visasia Entrepreneur Community “ ( VISEC ) bukan sebuah perusahaan / koperasi / Bank /
Lembaga Keuangan, tapi merupakan sebuah komunitas yang menjadi wadah bagi
siapapun yang siap berpartisipasi untuk saling membantu melalui program donasi
komunitas sebagai prasyarat utama sebelum menjadi anggota resmi komunitas.
“ Visasia Entrepreneur Community “ ( VISEC ) bertujuan mengangkat kesejahteraan setiap
orang yang punya Cita-cita untuk menjadi Orang yang Sukses secara
Financial melalui Wahana Komunitas.
Segera Bergabung Di komunitas kami dan kita akan mewujudkan mental entrepreneur sejati di kalangan muda-mudi.
Klik Menu register di sisi kanan atas di blog ini...
09.53
Unknown
Satu Visi, Satu Identitas, Satu Komunitas menjadi visi dan komitmen bersama yang hendak diwujudkan oleh ASEAN pada tahun 2020. Tetapi mungkinkah cita-cita tersebut dapat dicapai oleh negara-negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailan, Brunai Darussalam, Kamboja, Vietnam, Laos dan Myanmar) dalam waktu kurang dari satu dasawarsa lagi. Berdasarkan catatan dan laporan dari berbagai sumber menunjukkan bahwa cita-cita bersama yang terintegrasi dalam suatu komunitas yang disebut Masyarakat Asean (Asean Community) ini masih harus menghadapi berbagai tantangan dan rintangan yang terdapat pada masing-masing negara anggota.
Adanya pasar bebas tersebut membuka kesempatan dan persaingan pada pasar barang dan jasa, pasar investasi, pasar modal dan pasar tenagakerja. Dalam hai ini Indonesia merupakan salah satu negara populasinya terbesar di kawasan ASEAN, yang mana masyarakatnya Heterogen dengan berbagai jenis suku, bahasa dan adat istiadat dan dilimpahi banyak sumber daya alam yang terhampar dari Sabang sampai Merauke. Indonesia mempunyai kekuatan ekonomi yang cukup bagus, pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia setelah India. Ini akan menjadi modal yang penting untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia menuju ASEAN Economic Community (AEC) tahun 2015.
Tantangan utama dalam bisnis di era ASEAN Economic Community 2015 adalah meningkatkan kemampuan SDM mengenai daya saing dan keunggulan kompetitif di semua sektor industri dan jasa pada tingkat persaingan global. Organisasi pun dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang memuaskan (customer satisfaction) serta nilai pelayanan itu sendiri (customer value). Diperlukannyapengembangan SDM berbasis kompetensi ini dilakukan agar dapat memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan dan sasaran organisasi berdasarkan standar kinerja yang ditetapkan.
Ibarat pisau bermata dua manfaat dari implementasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) itu bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia tentu tergantung pada cara menyikapi era pasar bebas tersebut.
Untuk menghadapi era pasar bebas se-Asia Tenggara itu, dunia usaha di Tanah Air tentu harus mengambil langkah-langkah strategis agar dapat menghadapi persaingan dengan negara ASEAN lainnya, tak terkecuali sektor Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM).
Seperti diketahui bersama bahwa Sektor Koperasi dan UKM adalah hal yang paling penting untuk dikembangkan dalam menghadapi MEA 2015 itu yang terkait dengan industri kreatif dan inovatif, handicraft, home industry, dan teknologi informasi. Yakni berupaya meningkatkan akses dan transfer teknologi untuk mengembangkan pelaku UKM inovatif sehingga nantinya mampu bersaing dengan pelaku UKM asing.
Peningkatan daya saing dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), diperlukan para pelaku UKM di Indonesia untuk menghadapi persaingan usaha yang makin ketat, khususnya dalam menghadapi MEA.
Ada dua tantangan besar dalam membangun Asean Community 2015.
Pertama, jurang horizontal antara negara dengan kelas ekonomi maju dan yang masih menengah dan maju. Kedua, masih terdapat jurang vertikal antara Coorporate dan para pelaku usaha kecil dan menengah yang berimbas ekonomi masyarakat secara umum.
Kami membentuk sebuah lembaga demi membangun komunitas kalau nilai-nilai yang menjadi pengikat berbeda dan taraf kehidupan berbeda. Sejak tanggal 09 September 2014 kami berinisiatif untuk membentuk lembaga komunitas yang bernama Visasia Entrepreneur Community (VISEC) yang bertujuan untuk memberdaya pelaku usaha kecil dan menengah serta terbentuknya industry kreatif dalam kerangka home industri demi mengangkat roda perekonomian masyarakat untuk terwujudnya pemerataan ekonomi kerakyatan melalui teknologi informasi sebagai medianya.
Visasia Entrepreneur Community ( VISEC ) Membuka kesempatan kepada setiap orang untuk memiliki usaha mandiri melalui suatu wahana komunitas melalui kegiatan-kegiatan VISEC. Komunitas ini berusaha Menjadikan kebiasaan setiap orang dalam bersosialisasi dan memanfaatkan internet sebagai media mempromosikan kepada orang lain (Word Of Mouth) sebagai aktivitas produktif yang dapat menghasilkan keuntungan financial (residual income).
Memberikan edukasi dan pelayanan terbaik kepada setiap orang yang punya cita-cita untuk sukses, dengan mengedepankan prinsip kerjasama yang saling menguntungkan
Melakukan Usaha-usaha lain yang sejalan dengan maksud dan tujuan perkumpulan dalam arti kata seluas-luasnya yang tidak bertentangan dengan undang-undang.
VISASIA telah bekerja sama dengan VISEC sebagai sebuah lembaga organisasi profesional membangun kerjasama kepada elemen-elemen perusahaan, koperasi, maupun lembaga pendidikan serta research yang bertujuan untuk saling bekerja sama dalam pemerataan ekonomi kerakyatan dalam konsep keadilan ekonomi. Sistem bagi hasil pada UMKM adalah bentuk institusionalisasi tanggung jawab moral dalam bidang ekonomi dan keuangan. Secara sederhana, institusi/organisasi/komunitas sering dimaknai sebagai institusi dan juga sebagai pranata sosial.
Dengan adanya Visec ini diharapkan akan mendongkrak kreatifitas generasi muda untuk mewujudkan masyarakat indonesia yang sejahtera adil dan makmur.
Silahkan Registrasi di Menu register yang tertera di bagian atas sebelah kanan web kami...
Silahkan Registrasi di Menu register yang tertera di bagian atas sebelah kanan web kami...
07.51
Unknown
Kami memiliki sebuah wadah atau komunitas (Visasia Entrepreneur Community) yang siap bekerjasama, cukup dengan mendaftarkan diri di www.visec.or.id/join-eki1988 maka anda mendapatkan fasilitas perbelanjaan di semua jenis usaha yang bekerjasama dengan kami, dan usaha tersebut siap memberikan poin di setiap transaksinya, dan harga 1 poin dianggarkan Rp 1,000.
Jika poin anda sudah mencukupi 100 poin maka silahkan mengkonversi poin tersebut dalam bentuk paket yang akan ikut serta dalam arisan poin yang disebut dengan arisan poin 1-5-25...
Silahkan masuk di menu registrasi yang tertera di pojok kanan blog kami...
sekian dan terima kasih, wassalam....
Sabtu, 03 Januari 2015
23.14
Unknown
Saat semuanya terasa asing dan bahkan tak ada lagi yang bersingkroni dengan pandanganku, seolah dunia ini bagai fatamorgana yang tak mampu menjawab kehausan rindu terhadap Sang Maha Cinta.
Bukan lagi seolah-olah akan tetapi justru memang ini adalah kenyataaan pahit yang berwajah dunia yang asing dari para pecinta yang merindukan Sang kekasih.
Apapun penjaranya, tetap saja yang mampu menjadi obat adalah kerinduan kepada sang kekasih.
Hanya argumentasi tak terbantahkanlah yang kuterima sebagai wujud logika, kalau memang diriNya adalah Sang Maha kebenaran.
Hanya hikmah yang tak dapat disangkallah yang kujadikan sebagai nafas irfaniku, jika memang diriNya adalah sang maha bijaksana.
Aku hanya tersesat di alam yang fana tetapi rindu terhadapNya adalah penawar dari segala penantian dan derita dari perjalanan perjuanganku....
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)




